![]() | |
| Anak dengan gangguan penglihatan (tuna netra) |
Tuna netra merupakan sebutan untuk individu yang
mengalami gangguan pada indra penglihatan. Pada dasarnya, tuna netra dibagi
menjadi dua kelompok, yaitu buta total, dan kurang penglihatan (low vision).
Buta total bila tidak bisa melihat dua jari di
muka atau hanya melihat sinar atau cahaya yang lumayan dapat dipergunakakn
untuk orientasi mobilitas. Mereka tidak bisa menggunakan huruf lain selain
huruf braile.
Sedangkan yang disebut low vision adalah mereka yang
bila melihat sesuatu, mata harus didekatkan, atau mata harus dijauhkan dari
objek yang dilihatnya, atau mereka yang memiliki pandangan kabur ketika melihat
objek.Untuk mengatasi permasalahan penglihatannya, para penderita low vision
ini menggunakan kaca mata atau kontak lensa.
Menurut wikipedia, tunanetra adalah istilah umum
yang digunakan untuk kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan
dalam indra penglihatannya. Berdasarkan tingkat gangguannya Tunanetra dibagi
dua yaitu buta total (total blind) dan yang masih mempunyai sisa
penglihatan (Low Visioan).
Alat bantu untuk mobilitasnya bagi tuna netra dengan menggunakan tongkat khusus, yaitu berwarna putih dengan ada garis merah horizontal. Akibat hilang/berkurangnya fungsi indra penglihatannya maka tunanetra berusaha memaksimalkan fungsi indra-indra yang lainnya seperti, perabaan, penciuman, pendengaran, dan lain sebagainya sehingga tidak sedikit penyandang tunanetra yang memiliki kemampuan luar biasa misalnya di bidang musik atau ilmu pengetahuan.
Teknologi Pendukung
Perkembangan teknologi
informasi saat ini telah banyak digunakan untuk membantu para
tunanetra. Penggunaan program seperti JAWS (pembaca layar) membuat pengoperasian
komputer menjadi dimungkinkan
oleh para tunanetra. Kegiatan membaca buku yang sebelumnya tidak mungkin
dilakukan oleh tunanetra selain menggunakan huruf braille, kini dapat
dilakukan dengan bantuan alat pemindai (bahasa Inggris: scanner).
Dengan menggunakan perangkat tersebut pada komputer yang telah dilengkapi dengan piranti lunak pembaca layar, pengguna cukup meletakkan buku di atas kaca pemindai dan program akan langsung membacanya dari teks yang direproduksi oleh komputer.
